Apa kabar kayu merah

6 comments
Gorontalo mendung tiada tara hari ini, hitam, kusut amburadul, serasa ada yang sengaja membuat itu, apa munkin terlalu banyak tangisan di daratan tanah yang masih membuat rusuh berebut tempat di awan seakan tak memberi tempat untuk tangisan lain,hey kalian gundah gulana mmm...(cukup) perkara yang masih candu untuk kalian.

anyway bukan perkara itu harunsya dibahas, ini masalah rindu..


Hey kayu merah apa kabar, tak terasa udah seminggu ya, saya tidak berada di zona duper kece kalian,  sekarang antena rindu saya manancap mejulang tinggi keatas. Saya rindu kalian yang ada disana, rindu si gunung cetar, rindu mami pipih (penghuni kantor desa), rindu si opa rambut klimiks, rindu sahutan "butahe", rindu anak anak yang jagain saya mandi di sungai kalo jam 8 malam.

Ini  bukan efek rindu karna barusan saya membuka folder foto KKLP di laptop tadi, saya rinduuuu kalian setiap saat kok. sengaja saya menulis  ini supaya tidak bakal jadi ubur ubur di otak saya.

kamu memang cetar

Saya yakin temen temen saya lain  juga ngerasain hal yang sama, apalagi rindu milu bakar sama tahu dan sayur kangkong buatan Ala mami, aduhhhh *lap iler*, ditambah dengar aksen opa kalo lagi bicara, gabungan aksen gorontalo campuran manchester hihihhhii. serasa semua moment disana punya porsi tempat untuk selalu di ingat, walaupun kelihatan sederhana tapi ngangenin.

Hingga sekarang pun ada perasaan belum rela ninggalin suasana disana, seharusnya waktu sebulan KKLP itu blum cukup, masih ingin senang bisa berlama-lama jelatah disana.Berkebun jagung sama mami papi, berebut senja dengan anak anak, dan alam kayu merah yang begitu syahdu dinikmati. dan itu luar biasa.

home sweet home
hai senja


Saya ingat waktu opa berkelakar dan sempat bilang "Tu mulo mpiyohu ito boto desa" ( artinya :hidup yang benar itu ya..di desa) kaget dengar pria tua desa yang punya pemikiran seperti itu, dan itu memang benar, lahh..kita yang disini seakan dituntut ngikutin narasi hidup kota yang terasa menjepit, beda dengan mereka yang ada disana, mereka tau berdiri untuk hidup dan buat itu senang dijalanin walau keadaan mereka seperti itu.
Ini alasan betapa rindu saya untuk kalian..."Kayu merah"

bonus gerard butler
(apa kamu bisa hidup tampa sinyal provider  yang mengalir di Hp-mu itu, truss udah siap makan di bawah naungan lampu petromax?? heyy..orang kota!!) *cukup anglingdarma*

6 comments

sabda awal 25 Maret 2013 00.04

wah, kayaknya harus bikin desa 'berkembang' biar bisa beneran betah tinggal di desa, ya dengan tower pemancar sinyal dan listrik...

sipanggaron 23 Mei 2013 17.25

Terima kasih atas artikel dan gambar menariknya. Semoga menjadi inspirasi buat kita semuanya. Salam kunjungan dari blog
http://dengandemikian.blogspot.com/

cumilebay.com 29 Mei 2013 18.32

View nya keren :)

Mila Said 11 Juni 2013 01.10

itu rumahnya bagus banget, eksotis

cara mengobati kelenjar tiroid 30 Agustus 2013 00.06

indah banget pemandangan nya

obat herbal penyakit 30 Agustus 2013 00.07

alam nya sangat asri

Poskan Komentar